Cara Tepat Membangun Internal Link

Salah satu hal yang sering kali disepelekan oleh beberapa blogger adalah penerapan internal link. Membangun internal link tidak hanya sebagai navigasi yang ditujukan kepada visitor agar membaca artikel lainnya, namun ada hal yang lebih penting lagi, yang ada kaitannya dengan SEO.


Apa itu Internal Link?


Internal link adalah sebuah tautan yang berada didalam artikel untuk jika diklik akan menuju ke artikel lainnya.

Ada beberapa cara orang menempatkan internal link di artikelnya yaiut :
  • Baca juga : Ini adalah internal link
  • Lihat juga : Ini adalah internal link
  • Silakan baca postingan saya tentang ini adalah internal link 
 Saya biasanya menggunakan point pertama dan ketiga. Apa bedanya? Point pertama biasanya digunakan ketika artikel yang akan dituju melalui internal link agar berbeda topik bahasannya dengan artikel yang dibaca, sedangkan point ketiga biasanya kaitannya sangat erat dengan artikel yang dibaca saat ini.

Baca juga : Apakah kesuksesan blog ditentukan dari topik blog?

Apakah itu merupakan cara yang paling tepat untuk menulis internal link?


Diantara ketiga point diatas, saya katakan tidak ada yang salah. Semuanya benar. Ketiga point tersebut hanya cara menempatkan internal link agar sesuai dengan artikel saat ini dan menarik perhatian si pembaca.

Yang sering kurang tepat dan bahkan salah dalam membangun internal link adalah kata-kata yang digunakan/keyword dalam internal link tersebut.

Perlu keyword juga ya dalam membangun internal link?


Sebelum saya jawab dan bahas pertanyaan ini, ada baiknya kita ketahui dulu tujuan membangun internal link dalam sebuah artikel

Tujuan membangun internal link?

Internal link dibuat oleh para blogger dengan tujuan untuk mendongkrak ranking atau index artikel tempat si internal link ditempatkan di Google.

Bingung ya dengan kata-kata saya, misalnya :

Kalian punya sebuah artikel baru, sebut saja "Cara Membuat Artikel A". Nah "Cara Membuat Artikel A" ini kan belum punya reputasi di Google atau mungkin belum masuk di Google Search Engine, masuk tapi mungki berada di page puluhan.

Nah dengan dengan menempatkan sebuah internal link di dalam artikel "Cara Membuat Artikel A", maka pelan-pelan artikel "Cara Membuat Artikel A" peringkatnya SEO nya di Google akan naik secara perlahan.

Kok bisa begitu? Silakan baca point dibawah ini

Bagaimana kerja internal link sehingga dapat mendongkrak SEO sebuah artikel?


Untuk point ini kita akan berbicara Internal link aja ya, tidak dengan optimasi artikel lainnya. Jadi begini, ketika di Google Search Engine ada yang mengetik sesuatu keyword dan keyword yang diketik oleh seseorang tersebut sama dengan keyword di internal link yang kita pasang, maka artikel "Cara Membuat Artikel A" secara perlahan akan di deteksi oleh Google Search Engine.

Semakin banyak orang mengetika keyword yang sama dengan internal link kita, maka semakin besar peluang artikel "Cara Membuat Artike A" berada di page one.

Hal ini sudah saya buktikan di blog saya yang lainnya. Artikel yang baru diposting 2 minggu sudah berada di page one, index ke 4.

Kira-kira begitulah cara kerja bagaimana internal link dapat meningkatkan peringkat SEO artikel kita di Google.

Beberapa kesalahan dalam membangun internal link


Ada beberapa kesalahan blogger dalam membangun internal link, sehingga tidak berimbas apa-apa pada artikel dimana internal link itu ditempatkan, diantaranya :

1. Kata-kata (keyword) internal link sama seperti artikel dimana internal link ditempatkan dan parahnya mengarah ke artikel itu juga.

Contohnya begini : Artikel yang dibuat berjudul "Cara membuat blog baru", internal link yang disisipkan begini : ... itulah beberapa langkah cara membuat blog baru (kata-kata nya sama dengan judul artikel saat itu dan mengarah ke artikel itu juga)...

Baca juga : Banyak likers menjamin penghasilan blog tinggi? 

2. Kata-kata atau keyword yang digunakan dalam internal link dibuat sembarangan.

Misalnya artikel yang mau dituju ketika internal link di klik adalah "Cara membuat blog baru". Tapi di internal link nya justru ditulis "Ingin membuat sebuah blog baru? silakan klik disini". Tidak dimaksimalkan dengan keyword.

3. Hanya menggunakan kata klik disini atau disini atau go tkp dan lainnya.

Kalian pasti pernah melihat internal link seperti ini, ya kan? Misalnya ditulis begini : Baca postingan saya tentang cara membuat facebook disini. Internal link hanya ditautkan dikata "disini".

4. Dan lainnya

Silakan tambahkan sendiri, diantara kalian yang mebaca artikel ini mungkin pernah melihat pemasangan internal link yang kurang berefek bagus untuk blog selain tiga point diatas, silakan dibagi dan saling sharing.

Cara membuat artikel link yang tepat.


Disini saya hanya membagi atau sharing pengalaman saya sendiri dalam membangun internal link di blog saya yang lainnya (blog utama).

Ada beberapa hal yang saya focuskan dalam membangun sebuah internal link, antara lain :

1. Gunakan artikel yang sudah punya ranking di Google page one sebagai internal link.

Ini dimaksudkan agar si artikel yang disisipkan internal link akan terkena imbas dari populernya artikel yang dijadikan internal link.

Bagaimana caranya? dibawah ini!

2. Gunakan keyword yang sama dengan artikel sebenarnya.

Misalnya artikel A sudah berada di page one Google. Maka silakan gunakan keywordnya tersebut di internal link di artikel B. Niscaya si artikel B akan perlahan-lahan naik peringkat.

Kok bisa naik peringkat? Silakan baca lagi point cara kerja internal link diatas.

3. Pasang minimal 3 internal link didalam artikel

Ya idealnya internal link dipasang sebanyak 3 buah dan juga gunakan artikel yang sudah populer sebagai internal link.

Saya menerapkan cara ini di blog utama saya, dan hasilnya tidak mengecewakan. Untuk mengetahui perubahannya silakan tunggu maksimal 30 hari.

Baca juga : Cara tepat menentukan topik blog

Nah itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam rangka membangun sebuah internal link di suatu artikel. Mungkin apa yang saya sampaikan belumlah maksimal, tapi apa yang saya tulis diatas adalah pengalaman saya sendiri dalam membangun blog menggunakan internal link.

Jika teman-teman ada punya pendapat berbeda, silakan disampaikan dikolom komentar agar kita semua jadi tahu. Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Likers Fans Page Banyak, Apakah Menjamin Penghasilan Blog Tinggi?

Cara Membuat Privacy Policy Blogspot

Cara Memasang Google Analytic Blogspot